Selamat Hari Raya Aidilfitri Mohon Maaf Zahir Batin kepada semua pengunjung blog ini...AFWAN MINKUM..

Tuesday, August 3, 2010

sAYa Ni GaY MusLIM LaH!!!

(NI GAMBAR HANYA HIASAN XDE KENE MENGENA DENGAN YANG MASIH PONDAN ATAU YANG DAH BERTAUBAT..hehehe)

Salam kepada semua pembaca setia blog muhibbin (yg xsetia juga, salam pada kalian..heheh)

Kali ni, saya mahu berkongsi sebuah artikel yang menarik untuk dibaca bersama (kita ketawa pun sama-sama nanti). Artikel ini saya jumpa dari notes profile facebook bhr68h. Artikel ini berkisar tentang pengalaman perjalanan hidup seorang gay sejati dari Indonesia dalam menjadi salah seorang president gay se-Indonesia (wah tercabar jawatan President Indonesia Susilo Bambang Yudiyono SBY cam ni). Si Hartoyo @ Toyo pernah dinobatkan oleh Holland sebagai wira pembela hak asasi gay (wah wira 2 kalah superman hahah)

Harap artikel ini dapat memberi input pada pembaca semua (sebagai input je jangan jadikan contoh sudah..haha). Harap antum (anda) dapat memberi komen dan ulasan atas artikel ni.
Selamat Membaca....(maaf artikel ni berbahasa Indonesia kalau ada kalimah2 yang tak faham buat2 faham je dah lah heheeh)















SAYA MUSLIM DAN SAYA GAY

BLOK I

Menjadi seorang muslim sekaligus menjadi seorang gay atau lesbian, dianggap sesuatu yang bertolak belakang. Pandangan umum menyatakan seorang muslim berdosa apabila memiliki orientasi seksual yang berbeda dari kebanyakan orang. Tapi diam-diam banyak gay atau lesbian yang merasa dirinya juga adalah seorang muslim yang taat. Salah satunya adalah Toyo, lelaki yang aktif berjuang menghapus pandangan buruk orang terhadap terhadap kelompok ini. Kata Toyo , ia seorang gay juga seorang muslim. Kepada reporter KBR68H Budhi Kurniawan, Toyo mengisahkan jalan hidupnya dan mengungkapkan kegelisahan dan kecemasannya sebagai seorang gay.


TOYO: Nama saya Hartoyo, saya biasa dipanggil Toyo. Saya lahir di Binjai Sumatera Utara. Saya seorang gay, saya seorang muslim juga. Bahkan saya merasa saya menjadi gay sebelum saya tahu tentang Islam. Saya merasakan bahwa saya menjadi gay, dan saya menjadi muslim, bagi saya adalah suatu kesatuan hidup.

TOYO: Sebenarnya pernah saya melakukan (red: menyatakan) saya harus keluar dari gay. Dalam Islam katanya gak boleh jadi gay. Tapi itu susah, seperti susahnya saya keluar dari Islam. Akhirnya waktu itu saya pernah berfikir saya ga usah beragama saja, atau saya cari agama lain. Tapi itu ga bisa juga, karena menurut saya, Islamlah agama saya. Jadi keresahan yang sama alami justru cara berfikir orang tentang gay, dilekatkan dengan dosa, dengan hal yang buruk, tidak bermoral. Yang paling pasti adalah kelompok yang sering mengatas namakan islam. Misalnya FPI.


TOYO: Saya mungkin termasuk orang yang jarang pergi sholat Jumat. Karena saya agak eneg kalau saya sholat Jumat, denger ceramah menghujat gay, atau kelompok lain yang beda dari mereka. Itu yang membuat saya sebenarnya -bukan muak, tapi agak sedih. Kenapa sih orang-orang Islam seperti ini. Baru-baru ini saya baca ulama NU di Banyuwngi memfatwakan bahwa waria itu haram bekerja di salon. Itu kan juga pukulan telak bagi saya. Terus apa yang bisa saya lakukan. Saya mau marah-marah sama ulama? Saya bukan siapa-siapa.

TOYO: Gak banyak orang tahu. Orang hanya tahu bahwa gay itu: Ryan, orang yang membunuh. Gay itu orang yang suka nyodomi anak-anak. Orang tidak pernah melihat bahwa gay itu banyak yang berjasa dan dekat dengan Tuhannya. Baik dia Kristen maupun Islam. Sebenarnya itu beban yang menurut aku, sebenarnya bukan aku takut dipukuli FPI, tapi beban berat ini menjelaskan ke orag bahwa Islam itu tidak membenci gay.

TOYO: Ada teman saya pacaran, mereka putus karena berantem, terus ngomong sama saya, “saya sedang puasa. Saya minta petunjuk sama Allah apakah pasangan saya itu benar-benar jodoh atau tidak”. Saya kaget. Saya pkir mereka adalah pasangan gay tapi mereka melaksanakan puasa. Dan saya pikir ulama harus tahu, jangan dikira mereka itu bukan orang-orang beragama. Dan aku benar-benar marah…..Aduh sori saya emosi. Maksudnya jangan dikira kami ga beragama. Jangan dikira kami ga sholat.


TOYO: Saya sadar menjadi gay itu sejak saya suka kepada orang lain. Sejak saya belum tahu banyak tentang Islam, bahkan saya sadar menjadi gay sebelum saya tahu gay berdosa menurut Islam umumnya. Dan saya tidak meyakini gay itu berdosa. Jadi saya suka sama cowok sejak kecil. Saya aqil balik, kelas dua SD, sejak saya mimpi basah.

TOYO: Saya waktu kecil, ditanya teman-teman, Toyo ceweknya siapa gitu. Saya langsung dengan jujur mengatakan saya ngga suka sama cewek. Saya suka sama cowok. Dan orang-orang dewasa bilang itu ngga boleh. Mereka mungkin tahu bahwa suka sama cowok itu tidak boleh menurut Islam. Saya jujur sekali jawabnya, karena saya ngga tahu itu berdosa apa tidak. Saya jawab bahwa saya suka sama cowo. Saya baru tahu itu berdosa setelah sekolah SMP. Dan saya dikasi tahu sama guru-guru agama, kawan-kawan saya. Ooo, ternyata saya homo. Ooo, ternyata saya suka sama cowok berdosa yah. Di situlah pergulatan saya muncul. Dan saya berusaha dengan berbagai cara untuk bisa saya keluar dari kegay-an saya.

TOYO: Sampai saya pernah pacaran selama lima tahun selama kuliah sama perempuan. Upaya untuk saya bisa melepaskan diri menjadi gay. Tapi kamu bisa bayangan gak sih, ulama-ulama itu bisa rasakan ga sih, sejak kecil saya saya suka sama cowok. Saya harus melawan. Pada saat SMP dianggap itu berdosa. Dari mulai SNP saya harus berjuang, ssampai SMP ssampai kuliah merasakan bahwa ini adalah sesuatu yang salah. Pergulatan itu harus saya lakukan. Ulama-ulama, tokoh-tokoh agama dan masyarakat itu tahu gak sih yang saya rasakan. Dan saya yakin teman-teman yang lain juga merasakan.

Toyo pernah punya pengalaman pahit sebagai seorang gay. Ia pernah dipukul, disiksa layaknya seorang kriminal kambuhan. Siksaan itu bahkan ia rasakan di kantor polisi, tempat orang mestinya mendapat perlindungan. Simak kisah Toyo sesaat lagi.

BLOK II

Pasca Tsunami menimpa Aceh pada penghujung Desember 2004 lalu, banyak orang datang ke Aceh untuk membantu daerah itu mengatasi berbagai kerusakan pasca bencana. Termasuk Toyo, yang datang ke Aceh sebagai relawan. Tapi justru pengalaman pahit diterima Toyo. Ia disiksa karena kedapatan bersama pasanganya berduaan di dalam kamar. Bukan cuma pukulan yang mesti ia rasakan tapi juga berbagai tindakan lain yang membuatnya merasa lebih hina dari binatang. Berikut kisah Toyo, dituturkan Reporter KBR68H Budhi Kurniawan.


TOYO: Hari itu 22 Januari 2007, saya punya pasangan seorang gay di Aceh. Dan malam itu adalah hari dia ulang tahun. Dia datang ke rumah kontrakan saya. Kita ngorol, kita nonton TV, bermesraanlah layaknya pasangan. Itu jam 10 malam. Saat kami bermesraan, tiba-tiba pintu kamar saya digedor orang, dijebol. Didobrak dan begitu kerasnya. Saat itu saya kaget sekali.saya dipukul. Aduh pokoknya. Ditendang, karena itu di lantai dua saya diseret dan teryata di bawah sudah ada 15an orang tapi yang ngeliatin.

TOYO: Saya dibawa ke kantor polisi. Waktu saya masuk ke kantor polisi, saya kaget waktu disuruh buka baju. Saya diperintahkan buka baju, kami buka baju. Setelah itu saya suruh megang penis pasangan saya dan pasangan saya suruh megang penis saya. Kami disuruh onani bersama. Dan saya waktu itu ga mau. Saya dipukulin. Sampai saya disuruh oral di depan polisi. Polisi itu ada 7 orang sambil ketawa ketawa, maki-maki

TOYO: Sampai yang paling saya kesal banget tuh, saya disemprot air keran. Saya nongkrong disemprot pakai air. Terus, teman saya bilang mau kencing. “Sudah kencing saja di kepakanya” dan saat itulah…jadi air kencing itu ke kepala saya. Dan saya rasakan gemes banget. Saya sudah merasakan lebih rendah dari binatang. Dalam konsisi dingin, saya pakai sarung, baru saya dimasukan ke dalam tahanan.

TOYO: Di tahanan saya dipukul satu orang sebagai tanda perkenalan katanya. Saya masuk tahanan sekitar pukul 3 pagi. Terus paginya saya di-BAP. Di BAP saya heran, di situ saya dianggap mencabuli anak. Padahal pasangan saya usianya 24. waktu proses penahanan itu, teman-temean aktivis datang. Sampai bu Nursyahbani nelepon polisi untuk membebaskan saya.


TOYO: Pasca kasus itu, saya ketemu teman-teman gay di Jakarta. dan kita sepakat mendirikan suatu lembaga, namanya our voice. Inisiasinya sekitar september 2009. kita ngumpul sama teman-teman gay, kegelisahan-kegelisahan saya. Pengalaman saya disiksa juga menjadi motivasi untuk mendirikan organisasi. Lembaga itu vokus untuk penguatan eksisitensi diri. Bagaimana Anda bangga dengan seksualitas Anda. Mau dia gay atau hetero. Our voice banya memberi pemikiran melalui tulisan, website. Sejauh ini itu yang kita lakukan.

TOYO: Saya menuliskan pengalaman hidup saya, mungkin juga bisa jadi pembelajaran bagi banyak orang. Judul bukunya biarkan aku memilih. Itu cerita tentag proses sejak kecil, mendapat penyiksaan sampai mendirikan Our Voice.


TOYO: Harapan saya pertama ke negara. Negara itu konsisten menghargai dan melindungi setiap warga negaranya, termasuk teman-teman kelompok homoseksual dan waria. Jadi negara itu gak boleh masuk ke persoalan seksuak sesorang. Mau dia nikah atau tidak menikah, mau dia berpasangan homo atau hetero. Biarlah itu menjadi urusan otoritas pribadi. Negara gak boleh masuk ke situ. Negara hanya memberi perlindungan kepada setiap orang untuk menentukan yang terbaik bagi dirinya.

TOYO: Jangan membenci gay. Negara juga harus sadar bahwa gay itu warga negara yang membayar pajak. Cobalah tanya berapa banyak jasa gay kepada bangsa. Siapa yang mengerakan dunia entertaniment. Kalaiu bisa dilacak, bisa kontribudsi uangnya digerakan teman-teman gay, homoseksual. Siapa yang bekerja untuk dunia kecantikan, perancang mode…

Toyo hanyalah salah seorang gay di Indonesia yang berani bercerita terus terang tentang hidup dan kegelisahannya. Meski untuk itu, ia harus berhadapan dengan pandangan orang banyak yang masih menistakan kelompok ini.

Demikian cerita yang dituturlan Toyo kepada KBR68H. Saya Budhi Kurniawan, terima kasih telah mendengarkan.

*HARAP DAPAT DIKOMEN IYA, JANGAN ENGGAK KOMEN DONG....(eh kenapa tiba2 bahasa berubah plak ni hehehe)

Sunday, August 1, 2010

iSReaL hAnCUr 2048???????


Betul ke Rejim Israel akan hancur dalam masa 38tahun lagi?? Siapa yang meramal ni?? Kalau betul, siapa yang akan hancurkan Israel?? Kuasa Allah ke yang kalahkan?? (mungkin burung Ababil bawak batu dari jahanam jugak kot). Apakah dunia akan aman lepas 2048 dengan hancurnya Israel??

Semua persoalan di atas menjadi tanda tanya di dalam lubuk hati kita, apatah lagi setelah melihat trailer filem 2048, yang di produksi oleh Perfileman Rejim Laknat Israel itu sendiri. Filem ini dijangka ditanyangkan September ini, di semua sinema-sinema Palestine. Filem ini juga berdurasi 50minit dan mempunyai 2 episod.


Film ini dikatakan dibuat oleh seorang pemuda Israel. Beliau memanfaatkan rakaman handycam abangnya yang merekod pelbagai tragedi dan peristiwa pada 2008.


Filem 2048 yang bakal menggegarkan masyarakat dunia ini, mengisahkan kondisi penduduk Zionis Israel, yang kegelisahan dan menanti untuk pulang kembali ke negara asal mereka masing-masing. Dan pada masa itu, Rejim Israel akan hancur, dan ketika itulah warga Palestine dapat kembali ke tanah air mereka dan menghirup udara segar kebebasan.


Di dalam salah-satu babak filem ini, menceritakan bahawa terdapat sebuah muzium pendokumentasian warisan Zionis di Berlin, Jerman yang mana ketika itu tidak ada siapa pon yang peduli dengan warisan itu kerana masyarakat dunia menggangap bahawa Zionis adalah sebuah ideologi yang gagal dan musnah di telan zaman.




Saturday, July 31, 2010

PeNanTian iMAm ZamAN dR peRsePSi AyaTUllAh mAkaRIm ShERazi


Ayatullah Makarim Sherazi di dalam pidatonya di depan rakyat umum di perkarangan Razavi dekat Haram Imam Redha, Masyhad menyentuh pembahasan penantian Imam Zaman sempena dengan Hari Nisfu Sya'ban (hari kelahiran putra Al-Imam Hassan Askari) kemarin.

Beliau mengatakan, "Tidak dapat dikatakan seseorang itu sedang menunggu Al-Imam Zaman ajf jika hidupnya, pasangannya, rumahnya, pasarnya (masyarakat) masih lagi dalam keadaan kucar-kacir dan harbata (berantakan)".

Menurut beliau, adalah dusta sebuah penantian tanpa persiapan, seperti mana ketika rumah kita dalam keadaan ingin menerima tetamu, apakah kita akan membiarkan rumah kita dalam keadaan kotor tanpa mempersiapkan apa-apa pon keperluan dalam menyambut tetamu. Dan apatah lagi dalam penantian seorang tetamu yang paling mulia dan penting. Sepatutunya persiapan harus lebih luarbiasa dalam menanti ketibaannya.

Beliau menambah bahawa wujud konspirasi-konspirasi terancang dan penapulasian berniat jahat dalam pemabahasan Mahdawiyat (Penantian Sang Juru Selamat). Beliau turut menengaskan bahawa "tidak sedikit personel-personel yang demi kepentingan material dan naudzubillah kepuasan nafsu, memutarbelitkan pembahasan dan memanfaatkan persoalan mahdawiyah, dengan merosakkan kepercayaan-kepercayaan bersih masyarakat terhadap Al-Imam Zaman ajf dengan melakukan penipuan-penipuan. Diantara mereka berani membuat pengakuan bertemu dengan Imam Zaman, bermimpi dengan Imam Zaman dan mendapat ilham dan perintah secara direct (langsung) dari Imam Zaman, dan ada yang sampai ke tahap mengaku dirinya adalah Imam Zaman. Beliau juga turut mengingatkan bahawa terdapat perancangan jahat musuh-musuh Islam di dalam hal ini.

Ayatullah Al-Udzma Makarim Sherazi, di penghujung ceramahnya turut menganjurkan wahdah islamiah (persatuan antara muslimin) dan pentingkan persatuan dan kebersamaan dalam tubuh umat Islam. Jika musuh-musuh Islam berjaya menzahirkan persatuan di depan kita, apatah lagi kita sebagai umat Islam harus menjadikan iman sebagai titik persatuan yang kukuh.

Di akhir kalamnya, "Akal dan analisa kita mengatakan, hari ini bukan hari perpecahan, kerana perpecahan adalah racun yang mematikan dan kita mengharap agar Allah sentiasa menyatukan hati-hati kita".


www.abna.ir

Wednesday, July 28, 2010

JuDi oH jUDi (part 2)

Di dalam wacana kali ini, saya ingin membawa anda semua ke sebuah pembahasan yang lebih luas. Kita keluar dari kotak masalah judi sukan atau keruntuhan akhlak remaja, anak haram, masalah perompakan, dadah, pembunuhan dll yang melanda masyarakat 1Malaysia kita (pinjam istilah PM Najib heheh). Kita pergi jauh ke dalam dasar lautan masalah(bukan g cari ikan ye), untuk mencari pokok masalah dari semuanya. Kita cuba mengenali punca asli atas timbulnya semua masalah yang telah meletakkan kita dalam ketakutan.
Perhatian, fokus anda diperlukan pada kali ini, tumpukan semua perhatian anda. Ini bukan masalah sepeleh (kecil), tapi ini masalah serius. Ini bukan masalah membina stadium bola sepak baru, atau menyusun kod etika penulis blog (maaf Tun M.), tapi ini berkaitan dengan masalah membina sebuah masyarakat harmoni, masalah menyusun kod etika masyarakat ideal.
Jika anda seorang yang prihatin dengan perkembangan dalaman negara dan seorang yang mengikuti perkembangan tempatan di Berita Harian, Metro, Utusan, Berita Utama atau radio-radio, anda pasti merasai satu perubahan drastik dalam isi kandungan berita tempatan kita dewasa ini. Sedar atau tidak???.
Suara jeritan ibu-ibu yang kegelisahan melihatkan masa depan anak-anak mereka yang tidak jelas, teriakan ayah-ayah yang kebingungan dalam memastikan keselamatan anak-anak perempuan mereka dari kerakusan masyarakat binatang, wajah-wajah ketakutan orang tua yang melihat ancaman keselamatan untuk hidup bahagia disamping keluarga tercinta. Ini semua adalah impak dari kebejatan masyarakat kita hari ini yang jelas dapat kita lihat.
Judi sukan, merupakan satu dari ribuan masalah yang ada di Malaysia sekarang ini, seperti korupsi, anak haram, zina, rogol, perompakan, vandalisme, bunuh dll. Apakah kita tidak perhatikan, ketika kita cuba untuk menyelesaikan satu kes, satu lagi kes baru muncul. Sebagai contoh, kes judi sukan yang baru-baru ini sempat menggegarkan Malaysia, kes ini belum dapat diselesaikan dan masih lagi di peringkat mesyuarat pemutusan kata apakah diligelkan atau diharamkan, satu lagi kes baru timbul, iaitu masalah akhlak remaja kita, nanti kes akhlak belum berjaya di selesaikan, pasti akan ada satu kes baru lagi yang timbul (entah apa ye, mungkin kes home made video artis tempatan main kot...hehehe), dan ini pasti akan berterusan dan terus dan terus dan terus.
Sebenarnya, apakah punca yang menyebabkan semua ini terjadi?, apa disebalik kes-kes ini?, siapa yang bermain di belakang tabir? (cuba lah fikir n cari jawaban nya kejap)
Jawapannya adalah satu dan simple, kes keruntuhan akhlak remaja sekolah, kes judi, kes disko, pelacuran, pembunuhan dll, ini semua adalah kesan daripada kegagalan sistem pengaturan masyarakat yang digunapakai sekarang. Dan ini sebenarnya yang, PM Najib, para petinggi kerajaan, ahli politik, ahli fikir (bukan group musik dari Singapore 2 eh), pakar sosial, ahli pengatur masyarakat, professor-professor, guru-guru, golongan elit, sastrawan, bangsawan, mahasiswa-mahasiswa, ahli sukan, petani, buruh-buruh, bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak (yang dah baliqh lah yg pasti) dan semua rakyat 1Malaysia harus perhatikan dan bahaskan.
Apakah kita tidak sedar bahawa sistem pengaturan masyarakat sekarang, tidak kira sistem demokrasi ke, libralisme ke atau apa saja yang diaplikasikan sekarang ini telah gagal dalam mewujudkan sebuah masyarakat yang harmoni dan ideal??. Apakah kita tidak sedar, bahawa ini semua berpunca dari kegagalan sistem pengaturan masyarakat??
Kita sibuk 24jam membahas kes-kes ini semua tapi kita lupa mencari pokok atau inti masalahnya. Kita ini umpama General Pak Pandir di dalam cerita bahlulnya.
General Pak Pandir mempunyai misi menyelamatkan negaranya dari dibom oleh tentera negara Mak Andir, yang mana tentera musuh menghantar jet-jet pejuang gempur dan melepaskan bom ke negara Pak Pandir. General Pak Pandir sibuk memikir bagaimana caranya untuk menghalang bom-bom itu jatuh ke daerahnya. General Pak Pandir telah membuat pelbagai kajian dan menggunakan bervariasi cara, tapi belum sempat, menghalang satu bom, bom yang lain datang dan memusnahkan daerahnya dan menghancurkan rakyatnya, dan begitu seterusnya, sehingga akhirnya negara tercintanya musnah dan hancur sehabis-habisnya. Setelah itu baru dia terfikir bahawa yang sepatutnya dia lakukan bukanlah bagaimana menghalang butiran bom itu jatuh dari kawasannya, tapi adalah bagaimana cara menghalang daripada jet-jet itu masuk ke dalam daerahnya dan melepaskan butiran-butiran bom itu. Tapi nasi sudah menjadi bubur, semuanya sudah terlambat, General Pak pandir menangis tidak berlagu kerana beliau sibuk dengan bom-bom itu sehingga lupa dengan masalah inti, yaitu jet-jet pejuang tempur.
Apakah kita mahu menerima nasib yang sama dengan General Pak Pandir?? Jangan buang waktu kita dengan membahas kes-kes ini, jangan bazirkan tenaga dan kepakaran kita dalam mencari solusi akan masalah-masalah ini, tapi tumpukan semua kemahiran kita, akal kita dan fokuskan seluruh kemampuan kita untuk merubah sebuah pemikiran dan sistem pengaturan masyarakat yang baru.
Kes judi sukan adalah kesan dari kegagalan sistem masyarakat dunia yang dipelopori barat. Sistem yang harus kita fikirkan, bukan kes judi sukan. Kita harus memikirkan sebuah sistem baru yang dapat membangun sebuah masyarakat yang lebih harmonis. Kita harus melihat semua sistem yang ada, mengkaji dan belajar dari kelemahan yang ada dan perbaiki, lantas menyusun sebuah sistem baru.
Dari mana harus diambil??, itu harus kita fikirkan bersama, apakah dari Islam, dari barat atau dari mana.
Insyallah dipembahasan yang mendatang, kita akan kupaskan bersama.
Wasalam
Farazdaq Fargas

Thursday, July 1, 2010

JuDi oH juDi (part 1)

Baru-baru ini Malaysia sempat digegarkan dengan kes meligalkan lesen judi sukan yang dikeluarkan kerajaan BN (menteri kewangan Najib) kepada Syarikat Berjaya Corp Bhd, yang merupakan syarikat tunggal dalam mengaut mega untung dalam bisnes judi sukan yang dianggarkan sebanyakkan 20bilion setahun.


Tindakan kerajaan ini telah membangkitkan kemarahan kaum muslimin khususnya yang mana majoriti menentang akan pengeluaran lesen judi sukan ini dan mereka meminta kerajaan menarik balik lesen yang telah diberikan kepada Kumpulan Berjaya. Pihak Pembangkang telah menjadi penyambung lidah rakyat dalam menyuarakan kemarahan mereka dengan mengadakan demostrasi berterusan. Boleh dikatakan, PAS yang paling aktif dalam menyatakan penentangan dengan beratas namakan Undang-undang Islam dan tidak ketinggalan DAP (parti bukan islam tapi sok tahu Islam) dan PKR (parti kontroversi rakyat) yang turut menghentam kerajaan dengan mengatakan "ISLAM TELAH DIHINA" .

Di dalam UMNO sendiri juga berlaku perpecahan dalam berpandangan, yang mana sebahagian besar mereka kontra dengan kebijakan ini dan sebahagian lain pro dan menyokong tindakan Najib dengan alasan-alasan tertentu.



Apa sebenarnya yang berlaku?, kenapa Malaysia jadi huru-hara?, penangan judi ini telah berjaya buat rakyat di dalam dilema dan fobia. Hebat betul kes judi sukan ini, lebih hebat dari Tsunami yang melanda pada 2004. Pukulannya membuat Malaysia agak berantakan. Di kedai kopi Cik JanBergaya, warung Mat HanCakJe, di kerusi-kerusi kuning restoran mamak, di pinggir-pingir jalan perumahan dan di atas ranjang, semua orang mula berbahas, topik pembicaraan menjadi satu, persatuan perbahasan terbentuk atas nama "JUDI OH JUDI".



Disini, aku bukanlah mahu menyokong mana-mana pihak atau menentang pihak pembangkang atau kerajaan, kerana ketika melihat isu ini, ia bersifat subjektif dan bukan objektif yang boleh kita buat hitam dan putih. Isu gempak judi sukan ini, harus di pandang dari banyak sisi, bukan hanya dari sisi ekonomi dan sosial semata-mata tapi ia harus diraba dari sisi yang lebih luas dari itu. Untuk sampai ke conclusion yang positif, isu ini harus dibahas dengan saksama dan keluar dari kepentingan politik.

Judi sukan ini atau istilah lainnya betting adalah sejenis pertaruhan yang asas utamanya adalah wang demi meraih untung apabila ramalan atau prediksi akan sesuatu pertandingan atau match itu bertukar menjadi realiti. Mereka yang ramalannya tepat akan mendapat untung dari wang dipertaruhkan oleh mereka yang ramalannya salah. Sebagai contoh, di dalam jadual perlawanan Football World Cup 2010, pada jam 3.15malam Brasil vs Mexico, Chiew Meng memprediksi Brasil akan menang manakala Mutu Samy dan Abu La'ab pula memprediksi Mexico akan menang menentang Brasil, yang mana setiap orang menaruhkan wang sejumlah RM50 sebagai taruhan. Ternyata, selepas perlawanan 90minit, Brasil menang dengan jaringan gol 2-0. Maka ramalannya si Chiew Meng tepat dan beliau meraih untung sebanyak RM100, tetapi si Mutu Samy menangis tak berlagu dan pulang dengan botol todi ke rumah sambil mabuk-mabuk dan si Abu La'ab pula, pulang kerumah sambil merokok dengan keadaan menyalahkan tuhan kerana tidak menolong dia sedangkan dia sudah solat hajat agar Mexico menang. Manakala si Chiew Meng pergi bermain pelacur untuk meraikan kemenangannya.



Secara pribadi, dengan berdasarkan akal yang waras dan free dari pandangan mana-mana agama, aku melihat bahawa mereka yang mengamalkan judi, adalah orang-orang yang berakal pendek dan mahu mengaut untung dengan cepat dan malas berkerja, dan aku menentang akan amalan ini, kerana ia merosakkan kedamaian dan kesejahteraan institusi sosial dan pembangunan ekonomi di dalam sesebuah negara.


Ketika kita melihat, judi ini juga simbolik dengan jenayah-jenayah lain, seperti Along, kongsi gelap, pemerasan, pembunuhan, arak, dan pelacuran, dan semua ini dapat kita temui di sebuah tempat bernama "Betting Place". Ini merupakan virus dan saling terkait. Ketika kita berjudi maka kita juga akan terlibat dalam pelacuran, ketika kita membenarkan judi maka kita meligelkan Along dan seterusnya. Maka ini harus dicegah dan dirawat.


Di dalam pandangan sebuah agama yang sempurna bernama Islam, judi termasuk hal-hal yang haram untuk di lakukan oleh penganutnya kerana pengaruh negatifnya lebih dominan.



"Mereka bertanya engkau (wahai Muhammad) tentang arak dan judi. Katakanlah, pada keduanya ada dosa (keburukan) yang besar dan manfaat kepada manusia. Namun keburukan lebih besar dari manfaatnya." (surah Al-Baqarah ayat 219)


"Wahai orang-orang beriman! Bahawa sesunguhya arak, judi, pemujaan berhala dan pengundi nasib dengan batang-batang anak panah adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan syaitan. Oleh itu, hendaklah kamu menjauhinya suapay kamu berjaya." (surah A;-Maidah ayat 90)


Maka dengan berlandaskan konsep "amal makruh wa nahi munkar", Islam tidak menggalakan amalan ini untuk dibudayakan oleh penganutnya dan mencegah amalan ini dari berluluasa di dalam masyarakat


Judi sukan secara umum, belum menjadi sebuah budaya masyarakat Malaysia seperti di barat, tetapi dewasa ini, judi sukan semakin rancak dengan kedatangan World Cup 2010, ramai individu-individu, geng kongsi gelap, geng kongsi terang, geng betul-betul gelap dan pihak-pihak tertentu mula mengambil kesempatan dengan menjadi "Bet Collecter" dan membuat bisnes illegal dengannya. Mereka beroperasi underground melalui internet, handphone atau secara langsung "face to face".


Aku melihat pelbagai komen dari pihak yang kontra, antaranya komen Dr.Maza, Dato' Nik Aiz, Haji Adi Awang, pembesar-pembesar PKR dan DAP serta Putera dan Puteri UMNO. Secara kesulurahan mereka menentang keras akan pengeluaran lesen judi ini dan memberi alasan-alasan yang logik dan betul. Rata-rata mereka mengatakan judi dapat mengangu pembangunan negara dan meruntuhkan kesejahteraan rakyat dan merusakkan ketenteraman rumah tangga dan diharamkan oleh Islam (klik sini). DAP jugak menentang, tetapi lebih bersifat mempolitikan isu dan ketidakpuasannya dalam kebijakkan kerajaan BN (ambil kesempatan untuk mendapat tempat dalam masyarakat).


PAS mengatakan kerajaan seharusnya menyekat segala bentuk amalan judi dan mengharamkannya dan melakukan amal ma'ruh wa nahi mungkar (AMWM). Nah di dalam penyataan ini, kita harus memahami konsep amar makruh wa nahi munkar dan melihat situasi dan kondisi di negara Malaysia.

Selalunya orang salah dalam berpandangan, bahawa kita harus AMWM tanpa memahami konsep AMWM yang sebenarnya. Secara asas AMWM terdapat beberapa syarat muqaddimah yang harus dilihat sebelum menjalankannya, seperti Mempunyai Ilmu kan AMWM dan mengetahui bahawa amalan itu haram di sisi Islam, tidak memudaratkan si penegur, mewujudkan kesan dan kesedaran ketika ditegur dll.

AMWM tidak semestinya harus menjatuhkan hukum secara vertical atas si pelaku, mungkin saja boleh jadi, menghalalkan sesuatu sebagai muqaddimah dalam mengawal sesuatu amalan buruk untuk mencapai ke arah pembanterasan secara total. (Perlu ditegaskan disini, bahawa kerajaan kita mengamalkan sistem demokrasi berpelimen bukannya sistem Islam, maka konsep amar makruf wa nahi munkar tidak wajib dijalankan di dalam undang-undang negara tetapi lebih bersifat individual bukan tanggungjawab pemerintah untuk menjalankannya).

Islam merupakan sebuah agama yang flexible dan bukan agama yang keras dan kaku, di dalam setiap ajaranya terdapat syarat perlaksaan sebagai muqaddimah sebelum melakukan sebarang amalan yang mana, ketika syarat-syarat muqaddimahnya tidak terpenuhi, maka amalan tidak wajib dilakukan, sebagai contoh solat, solat itu wajib dikerjakan tetapi jika syarat muqaddimah tidak berlaku iaitu "masuk waktu solat" maka solat itu sendiri tidak wajib dikerjakan. Begitu juga dengan hal penegakkan amal makruh wa nahi mungkar yang mana ketika syaratnya tidak lengkap, maka ia tidak wajib dijalankan. Islam memandang banyak sisi, bukan hanya melihat dari satu sisi seperti dapat kita lihat dalam landasan pemikiran barat liberaslisme, materialisme, demokrasi dll.

Nah, dalam kontek judi sukan ini, melihat akan berluluasanya amalan ini yang beroperasi secara underground, merasa perlu untuk meligalkannya agar pengawasan dapat dilakukan dan pengawalan agar tidak membudaya amalan ini dapat dijalankan. Supaya di masa mendatang kerajaan akan dapat membenteras secara total dan ini memerlukan muqaddimah dan perlu berperingkat.

Jika kerajaan tidak melegalkan judi sukan ini, ia akan terus beroperasi secara illigal dan ini lebih bebahaya dan yang lebih buruk kita tidak mengetahui kemana mengalirnya keuntungan yang dikaut dari bisnes ini, setidak-tidakknya dengan membenarkannya, data dapat di kumpul dan pengaliran wang dapat diawasi agar tidak jatuh ke tangan penjenayah dan geng-geng kongsi gelap. Pengawalan atas pihak yang mengendalikan judi sukan ini juga dapat diminimalkan supaya tidak banyak pihak yang menjalankan bisnes ini, dan jika ada pihak yang menjalankan juga secara illegal, tindakan undang-undang dapat diambil. Data yang melibatkan para pemain judi sukan juga dapat di rekod dan pengawasan atas pemain judi Islam dapat dicegah.

Aku melihat, tindakan kerajaan ini lebih rasional dan praktikal berbanding mengharamkannya secara undang-undang dan inisiatif ini yang paling sesuai buat kondisi sekarang. Tetapi kerajaan harus serius dalam menjalankan undang-undang ini dan harus mempunyai matlamat untuk membanteras budaya buruk ini dari merakyat, dan bukan menjadikan cukai dan wang sebagai tujuan utama dalam meligalkan judi sukan ini.

bersambung...

farazdaq fargas